|
Ketika suatu alat ukur dikalibrasi dengan menggunakan suatu alat standar yang lebih tinggi tingkat pembacaannya, maka akan didapat ketidakpastian. apakah anda yakin alat standar ini menunjukan pembacaan mutlak?Rupanya tidak!, karena ada alat standar yang lebih tinggi pembacaannya daripada alat standar tersebut dengan ketidakpastian yang lebih kecil. Apakah alat standar itu tau bahwa dirinya lebih presisi? tidak juga! karena yang membuat standarisasi adalah manusia, yang membuat perhitungan adalah manusia dan yang membuat kesimpulan juga adalah manusia. Ada sesuatu yang tak bisa kita fahami dengan akal Ada juga sesuatu yang tak bisa kita mengerti dengan hati Ada juga sesuatu yang tak bisa tersentuh dengan rasa Selagi semuanya masih dalam frame dan pemikiran manusia semua tidak akan pernah mutlak dan presisi. hanya kadar rentang ukur yang membedakan kearah presisi itupun masih yang membuat standar adalah manusia. Apa yang menjadi ukuran kekuasaan kita akan memahami, mengerti dan merasakan keberadaan sesuatu....... |
| sutantut April 9, 2007 10:56 AM PDT Hahaha... ada salah grammar sedikit dalam comment di atas. Tertulis: "Kita diberkahi Allah oleh akal.....", seharusnya "Kita diberkahi oleh Allah akal......". Maklum namanya juga manusia, meskipun saya berusaha untuk mencapai standard yg tinggi, namun tetap saja tak bisa sempurna! | ||
| sutantut April 7, 2007 12:37 PM PDT hmmm kayaknya standarisasi memang bukan untuk kesempurnaan (menjadi sempurna) tapi untuk penyempurnaan (menjadi lebih baik) dan keteraturan. Kita bisa membayangkan dunia yang kacau tanpa standarisasi. Mengenai kesempurnaan suatu standar memang sangat sulit karena bagaimanapun selalu ada presisi yang lebih baik. Presisi 0,01 lebih baik dari presisi 0,1 dan presisi 0,001 lebih baik dari presisi 0,01 dst. Kita diberkahi Allah oleh akal dan panca indera yang tentu saja dapat dilatih dan digunakan untuk mengetahui mana standar yg lebih baik dan mana standar yg lebih buruk, walaupun untuk mencapai standar yg sempurna tentu saja sangat sulit karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Jikalau tidak tentu saja setiap hari dunia semakin tidak teratur tanpa standarisasi yg lebih baik. | ||
| Leave a Comment: |